Lakukan Sekarang Atau Terlambat

Saya punya sebuah informasi hasil survei di Amerika Serikat yang menarik yaitu menyangkut mereka-mereka yang sudah berusia diatas 65 tahun di situ adalah bahwa  :

  • 1% dari mereka itu di grup kaya raya
  • 4% berikutnya mereka hidup mandiri secara keuangan
  • 5% di antara mereka terpaksa masih harus bekerja itu ngomong2 itu bersyukur sekali karena umur yang seperti itu kok masih bisa diterima bekerja itu bersyukur sekali kemudian ada
  • 36% lagi yang meninggal dunia dan sisanya yang mewakili kelompok terbesar
  • 54% mereka hidup tergantung kepada orang lain, Nah masih mending kalau di Amerika kan ada jaminan sosial ada bantuan pemerintah seperti itu, Nah akibatnya banyak orang tua yang akhirnya mengandalkan hidup di masa tuanya itu dengan bergantung kepada anak-anaknya, kemudian berdagang Ayo kamu udah gua sekolahin sekarang gilirannya kamu ya ya.. membiayai ayah sama ibu.

 

Saya yakin kita setuju bahwa kita semua ingin sukses di dunia maupun di akherat, selamat datang di Ayodropshipid saya siswandi waluyo, dan pada kesempatan ini saya akan berbicara mengenai “ lakukan sekarang atau tidak terlambat “

Selama beberapa waktu kedepan saya akan berbicara pertama Manajement Matrix, kedua Memanfaatkan umur, ketiga Menyiapkan pensiun dengan tenang.

Sahabat bisnis jika anda di tanya mengenai masa depan anda inginnya seperti apa ?

Pasti jawabannya rata2 akan begini, sehat secara fisik, Bahagia lahir dan batin dan secara financial bisa hidup sejahtera dan Makmur dengan kata lain sukses lah….

Tapi ternyata kebanyakan dari kita itu kok gak nggak pernah begitu secara serius melakukan langkah-langkah yang bener – bener diperlukan untuk mendapatkan masa depan seperti yang kita inginkan itu.

ada sebuah buku yang terkenal karangan Stephen covey yang judulnya adalah 7 Habbit “Highly Effetive People”, di dalam buku itu ada membahas yang namanya tim manajemen Matrix, Steven covey membaginya dalam 4 kuadrant,

kuadrant 1 disebut sebagai Urgent dan Important ( Krisis, Project Deadline, Anak menangis )

dan banyak waktu kita gunakan atau habiskan untuk kegiatan-kegiatan yang very urgent dan very important jadi kita benar-benar selalu dalam kondisi yang tergesa – gesa.

Kuadrant 3 disebut sebagai Urgent tapi tidak penting ( Telephone, Bales Email, Bales WA, )

nah karena desakan dari situasi dan kondisi maupun dari pekerjaan kita juga membuat kita menghabiskan banyak waktu di kuadrant 1 dan 3 sesuatunya juga Rasanya harus diselesaikan sekarang sekarang sekarang sekarang, meskipun banyak diantaranya yang sebetulnya sih tidak terlalu penting sih tapi pokoknya semuanya harus sekarang – sekarang sekarang

Kuadrant 4 di sebut sebagai Tidak Urgent dan Juga Enggak Penting ( nonton tv, tidur, nonton film, social networking )

gara-gara kegiatan yang selalu buru – buru terus itu , akibatnyanya banyak prang yang stres sehingga kita akhirnya cukup banyak melarikan diri untuk mencari hiburan dengan cara kita nonton TV nonton film, kita chatting, di internet kita lakukan banyak hal yang sifatnya itu

Kuadrant 2 disebut sebagai tidak urgent tapi Penting. ( memperhatikan diri sendiri, Latihan, olahraga, family, long term project, financial planning, jalan – jalan).

aktivitas-aktivitas di dalam kuadran yang nomor dua ini, jika kita lakukan maka dalam jangka menengah dan panjang itu akan memberikan hasil yang luar biasa besar gitu, cuma sayangnya karena sifatnya yang tidak mendesak, jadinya banyak orang yang mengabaikannya. di Quadrant ini kita semua tahu bahwa olahraga itu penting,  misalnya hari ini olahraga tujuannya adalah suapaya kita tidak sakit atau mati besok kan. nah persiapan untuk kehidupan yang akan datang termasuk dalam aktivitas di kuadran yang kedua, menurut saya yang kedua ini adalah penting.

informasi yang lain juga menarik sekali bahwa bahwa 9 dan 10 orang di Indonesia itu sebenarnya mereka nggak siap-siap amat untuk pensiun, yang lebih menyedihkan lagi adalah  65% dari mereka itu tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari – harinya Kenapa kok begitu, karena mereka sebenarnya tidak nyiap – nyiapin sih dari jauh-jauh hari tentang kehidupan yang akan dating.

Saya punya cerita yang lain dari sekian banyak training yang saya berikan saya bertemu dengan seseorang yang usianya sudah di atas 50 tahun yang bilang begini, aduh pak sis coba Seandainya saya tahu hal-hal seperti ini sejak 10 – 15 tahun yang lalu, wow kehidupan saya tentunya akan lebih bagus dari pada hari ini. Saya… bilang ehmm.. may be yess.. may be no.. kenapa karena gimana ya, sekian tahun yang lalu ketika kita itu memiliki sebuah kesempatan kita semuanya punya alasan-alasan yang kita yakini benar untuk tidak melakukan hal-hal atau persiapan-persiapan dikuadran 2 itu.

 

Alasan – Alasan menunda

massa seperti ketika kita itu antara 18 sampai 24 tahun kebanyakan dari kita masih bersenang-senang masih sibuk menyelesaikan kuliah belum ada prioritaslah untuk mencari uang sendiri karena masih di support sama orang tuanya.

ketika umur kita menginjak antara 25 sampai 35 saat ini mereka sedang ada di mana Di mana mereka sedang berada pada Honey Moon Mode, semangat sekali bekerja Mereka lagi happy dengan membangun keluarga yang baru, dengan gadgetnya, dengan dasi – dasinya dengan mobil barunya, dengan status baru, pokoknya lagi semangatnya kerja deh,

nah ketika usia 36 sampai 50 tahun karir mereka sedang menanjak mereka biasanya Dalam posisi begitu jaya, masa kejayaannyalah sehingga makin banyak waktu yang tersita, nah yang luar biasa lagi nih status sosial mereka itu seringkali melambungkan ego mereka setinggi langit, pada saat yang bersamaan mereka terpaksa harus bekerja keras untuk membayar kewajiban-kewajiban finansial yang sangat tinggi, misalnya untuk bayar cicilan cicilan KPR untuk cicilan mobil kartu kredit untuk membiayai Lifestyle mereka gadgetnya, Stereo setnya, kamera SLR nya dan sebagainya dan tentu saja adalah biaya sekolah anak-anak yang ada tahu sendiri lah sekarang makin melangit aja gitu

Jadi pada umur 36 sampai 50 tahun ini mereka ada pada di sebuah penjara yang nyaman kira – kira begitulah

ketika umurnya 50 tahun mereka ada dalam mode yang disebut sebagai safety mode,mereka nyaman dengan kondisi ini dan Mereka cenderung mengamankan uang pensiunnya bentar lagi mereka dapatkan dengan cara menunda untuk melakukan kalau mau bentar lagi deh, lakukan seperti itu Nanti aja sebentar lagi kan gua pensiun Tapi janji tinggal janji karena ketika usia mereka udah 55 alasan yang bagus gitu, waduh Mas saya sudah terlalu tua lah untuk melakukan hal seperti itu Jadi sebetulnya Apa kesimpulannya…?

Apakah memang benar nggak ada waktu yang tepat untuk melakukan persiapan masa depan saya ? saya punya banyak sekali temen-temen yang usianya beragam sekali mulai dari kelompok 18 24 25 35 35 50 maupun yang pada saat itu mereka berani gitu untuk memutuskan melakukannya sekarang…. Atau mereka terlambat, faktanya adalah bahwa mereka yang memiliki kesadaran untuk menyiapkan masa depannya saat sekarang mereka memiliki hidup yang jauh lebih bagus yang berani memutuskan untuk memulai di usia 18 sampai 24 tahun harus menunggu usia 55 tahun untuk memulai. Memiliki kebebasan uang dan kebebasan waktu, anda sendiri yang merencanakannya, berapapun usia anda saat ini segeralah lakukan sekarang,  akan sangat bijaksana untuk tidak menunda-nunda apa yang bisa anda lakukan sekarang.

 

Masa lalu anda mempengaruhi masa sekarang…

Masa sekarang mempengaruhi masa depan anda.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *